Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mata Uang Crypto Menjadi Mata Uang Cadangan Global, Kok Bisa?


Mata Uang Crypto adalah salah satu mata uang yang berasal dari koin crypto yang selama ini dijadikan sebagai investasi. Globalisasi merupakan operasi atau rencana ekonomi dan kebijakan luar negeri yang dilihat dari perspektif yang ada di dunia. Ideologi tersebut mempercayai bahwa barang, orang dan informasi mampu melintas ke berbagai negara tanpa ada kekangan sama sekali. 

Definisi yang lebih baik adalah globalisasi menghasilkan sistem sosial ekonomi yang memang ditujukan untuk akses bebas ke pasar dan perdagangan bebas. Pada saat yang sama kemajuan teknologi juga terjadi di pasar keuangan. Istilah yang sangat terkenal saat ini adalah finansial technology atau fintech yang melahirkan asset baru yang bersaing dengan mata uang fiat.

    Baca Juga: Pro Kontra Uang Kripto di Indonesia

Mata Uang Crypto merupakan sarana yang digunakan sebagai pertukaran yang menolak control atau keterlibatan pemerintahan. Nah, kripto ini mampu mengembalikan kekuatan penilaian mata uang untuk individu yang menjual dan membeli di pasar secara transparan dengan menggunakan berbagai keunggulan teknologi yang bisa membuat kecepatan transaksi semakin meningkat.

Selain itu juga bisa meningkatkan efisensi dan menghasilkan jejak pencatatan. Jadi, globalisasi dan mata uang kripto bisa berdampingan dengan dunia yag bercabang secara ideologis. Inilah penjelasan mengenai Mata Uang Crypto yang diwanakan akan menjadi mata uang cadangan global.

Teknologi Membuat Dunia Menjadi Tempat yang Kecil

Ada perubahan besar yang disebabkan oleh inovasi teknologi. Pada saat ini kemajuan teknologi sudah membobardir kita dengan banyaknya pilihan sehingga menyebabkan adanya evolusi dalam berbagai bidan, tak terkecuali komunikasi. Smartphone yang kita gunakan merupakan alat untuk menghubungi dan bahkan melihat orang lain yang ada di seluruh dunia.

    Baca Juga: Penyebab Harga Kripto Turun

Smartphone juga adalah computer canggih yang mampu menggantikan kalkulator dan kamera. Mereka memberikan berbagai informasi dengan melalui ketukan jari kita atau menggunakan perintah suara sekalipun. Selanjutnya muncul program artificial intelligence yang bisa mengingat aktivitas yang telah dilakukan, ponsel cerdas, membuat computer dan perangkat lain menjadi selangkah lebih maju. 

Kemjuan dari teknologi AI tersebut membuat hidup terasa taka da privasinya lagi. Dengan adanya populasi global pada tahun 2022 ini hampir mencapai 8 miliar, kehadiran teknologi membuat dunia menjadi tempat yang sangat kecil.

Apakah Kripto Menjadi Kandidat Untuk Cadangan Mata Uang Global Saat Ini? 

Globalisasi saat ini mengalami percabangan yaitu adanya persaingan antara China Rusia yang secara ideologis tak kompatibel dengan Mata Uang Crypto. Berdasarkan alasan tersebut Ethereum, bitcoin dan lebih dari 18.100 kripto yang lain sudah tersedia sampai saat ini.

Kemungkinan kripto akan bertahan kecuali pemerintah akan memutuskan untuk melarang penggunaan kripto seepnuhnya. Pada tahun 2021 yang lalu, seorang investor miliarder asal Amerika dan manajer dana pelindung nilai bernama Ray Dalio pernah mengatakan bahwa apabila bitcoin benar benar sukses maka regulator akan membunuhnya.

 Baca Juga: Koin Kripto Paling Populer Di Indonesia

Perintah yang bersifat eksektutif tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan Amerika Serikat tak ingin membunuh pasar kripto namun pemerintah hanya ingin mengatur dan mengikatnya supaya mencegah risiko sistemik dan berbagai risiko mendatang yang lainnya. Mata uang digital China dan Amerika Serikat pada akhirnya akan bersaing dan saling menominasi.

Selanjutnya peluang bitcoin atau kripto yang lain akan sangat kecil. Tapi, kepercayaan dunia kepada pemerintah akan terus mnegalami penurunan. Nah, kripto yang tak terkait pemerintah akan berkembang dalam sistem keuangan global.

Itulah info tentang Mata Uang Crypto